Belajar Komputer Tanpa Alat-Alat Komputer, Bisa ??? Belajar Teknologi dengan minimnya Teknologi, Mungkin ???

Belajar Komputer Tanpa Alat-Alat Komputer, Bisa ???

Belajar Teknologi dengan minimnya Teknologi, Mungkin !!!

Integrasi Pembelajaran dan Pendidikan dengan canggihnya Teknologi, Luar Biasa !!!

Sedikit tulisan ini semoga dapat bermanfaat dan memotivasi kita semua (para pendidik dan pemerhati dunia pendidikan) untuk belajar mengenal teknologi (dalam kondisi sarana dan prasarana seperti apapun), memahami, dan menggunakan dengan baik untuk kepentingan kemajuan bangsa khususnya dalam dunia ”pendidikan untuk semua” sesuai visi ”teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk pendidikan, pembelajaran, pekerjaan dan kehidupan”.

Berangkat dari pelajaran “kreativitas” yaitu pelajaran yang dikemas selama 40 menit berisi tentang materi-materi keterampilan (life skill) dan motivasi (termasuk game-game pendidikan yang dikemas tanpa bantuan teknologi sama sekalipun) yang disertai dengan wadah psikologi pendidikan ber-awal-lah cikal-bakal laboratorium computer multimedia dan pendidikan di SD Muhammadiyah Condongcatur. Dalam keadaan seperti ini, kemampuan ”komputer multimedia analog” yang dimiliki oleh setiap insan manusia normal tanpa cacat seperti kemampuan berbicara, ekspresi, menyanyi, menggambar, bercerita dengan full diskripsi sangat diperlukan apalagi dalam jenjang pendidikan dasar. Dengan balutan jiwa kreativitas dan senang dalam menyampaikan proses pembelajaran dapat mendukung seorang pendidik untuk mewujudkan ”imajinasi pembelajaran” dan ”open mind” peserta didik dalam mencerna ilmu pengetahuan yang kita sampaikan seperti layaknya belajar menyenangkan dengan komputer super canggih dan inovasi software sekalipun, walaupun tanpa komputer multimedia dan alat-lat teknologi.

Seperti contoh yang pernah saya lakukan di SD Muhammadiyah Condongcatur, pada saat pelajaran komputer (belum ada komputer dan daya listrik belum memungkinkan) anak-anak belajar alat-alat ICT dengan membuat Komputer dengan sterofoam (gabus) , membuat PDA (Pocket PC) dengan kerdus dan kertas manila, membuat komputer laptop lengkap dengan bagian-bagiannya dengan sterofoam, kertas manila, lem gabus, spidol dan cat pewarna gabus dilengkapi potongan gambar-gambar pemandangan alam dari majalah untuk membuat ”wallpaper” layar laptopnya. Termasuk mengumpulkan gambar-gambar jenis komputer (dari brosur-brosur pameran komputer pada waktu itu), gambar asessoris-asessoris alat-alat komputer, Foto Digital, Hdcame, gambar webcame , menggunting majalah-majalah teknologi (seperti chip, dll) dan dikemas menjadi media pajangan dan hiasan ruangan ternyata sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk mengenalkan teknologi dalam dunia pendidikan anak-anak. Hal ini juga diperlengkap dengan karya-karya anak menggambar dan mewarnai komputer-komputer rancangannya sendiri. Karya ”keterampilan” anak-anak itu termasuk karya gurunya jika dikumpulkan dan dipamerkan dalam sebuah ruangan atau tempat tertentu sudahlah menjadi Ruang Lab-Komputer Multimedia yang Lengkap dan Super Canggih (walau impian) .

Pernah ada anak-anak yang menggambar komputer laptop dengan bentuk ”wadah crayon” yang mudah dijinjing yang sekarang muncullah seperti PC Classmate, Tablet-PC, Pocket-PC, atau komputer dengan desain ”mblendhuk” kayak dispenser ternyata sangat menyenangkan dilakukan anak-anak dan mereka terinspirasi bahwa mereka mampu membuat komputer sendiri dan masing-masing anak mempunyai ”komputer” sendiri walau masih dalam bentuk ”paper full colour” dalam buku gambar. Ini masuk pelajaran Seni Lukis (KTK) atau Pelajaran TIK , atau Keterampilan aku sendiri juga nggak tau he…he…he ^_^ intinya anak-anak kita kenalkan dengan teknologi yang benar-benar maya (karena banyak yang belum mengoperasikan langsung, hanya imajinasi gambar dan alat-alat belum ada) serta fungsi masing-masing alat. Keadaan ini lebih menambah kreativitas saya ketika saya dan teman-teman studi banding pernah melihat replika roket luar angkasa yang terbuat dari kardus yang dibuat oleh temen-temen di School of Universe di Parung Bogor.

Aku berusaha mengenalkan teknologi kepada anak-anak dengan cara yang sederhana sekalipun. Berangkat dari pengetahuan sains yang pernah saya dapatkan di bangku SMA jurusan IPA dan Fakultas MIPA UGM selama kuliah membawaku untuk belajar share tentang apa itu teknologi bagi dunia anak-anak. Hal-hal yang sangat sederhana ternyata sangat bisa diterapkan dalam dunia anak-anak dalam pelajaran sains dan iptek termasuk teknologi komputer sekalipun walau hanya didukung dengan gambar atau kemampuan menggambar kita untuk mewakili layar projektor LCD, Laptop dan software animasi yang sekarang telah berkembang supercanggih ini dengan inovasinya.

Pada fase ini perlu kita perhatikan dan kita kembangkan kreativitas dalam pengemasan pembelajaran (edu-tainment), kemampuan inovasi untuk menemukan thematic learning dan metode pembelajaran yang selalu beda dan ’surprise’ serta kemampuan ekspresi mengajar, kemampuan konsep Quantum Teaching and Learning (masuklah ke dunia peserta didik, fahami dunianya, kenalkan dunia kita kepada peserta didik dan ajaklah mereka masuk ke dunia kita). Kemampuan pembelajaran dengan melibatkan inovasi pembelajaran ini dapat terdukung dan terwujud lebih cepat dengan sarana-prasarana teknologi yang memadai tentunya (seperti komputer multimedia, LCD projektor, Animasi, teknologi Mightymice, Ensiklopedia Pendidikan Encarta, dll). Namun perlu kita mulai dengan kemampuan kita walaupun alat-alat itu belum ada di sekitar kita.

Hal seperti tersebut diatas juga sangat ocok untuk pelajaran-pelajaran yang mengarah kepada ilmu pengetahuan alam dan teknologi (misal sains) Anak-anak belajar keterampilan hidup seperti menggunakan telepon, menjawab telepon, mengenal TV dan siarannya, mengenal satelit, mengenal roket angkasa luar, dan sebagainya bahkan sampai berkarya untuk membuat roket sendiri, membuat pistol air, membuat bumerang dengan aerodinamicnya, membuat laptop dengan gabus, membuat dan menggambar komputer PC rancangan sendiri dari kerdus, membuat eksperimen-eksperimen walau hanya dengan alat-alat yang sederhana saja.

Hari berganti hari akhirnya tibalah saat kita dapat mengoperasikan komputer beneran (walau masih sewa dari pihak wali murid dan ternyata daya listriknya nggak kuat). Komputer-komputer pentium II Build – Up multimedia sewaan di SD Muhammadiyah condongcatur sempat ’mengonggrok’ nganggur walau masih baru karena listrik belum disiapkan dengan matang kemampuan dayanya (Hal ini mungkin sama yang dialami sekolah-sekolah yang mendapat bantuan komputer : seperti OSOL nanti , namun belum mempersiapkan instalasi dan daya listrik bahkan biaya operasionalnya ke depannya). Namun kita semua nggak kaget dan termasuk mahir menjelaskan bagian-bagian komputer karena sudah melihat wajah komputer dan alat-alat teknologi sebelumnya lewat media gambar (Pernah papan tulis blackboard kelas saya gambar komputer multimedia besar beserta pernak-perniknya sampai papan tulis penuh dengan gambar, kemudian anak-anak menyalin).

Akhirnya anak-anak mulai menggambar dan menyalin langsung di buku catatannya dari obyek gambar komputer langsung (walau komputer belum dihidupkan) serta bagian-bagiannya. kemudian fungsi masing-masing alat kita jelaskan secara umum. Setelah itu anak-anak mulai berkarya dengan komputer sewaan selama 2 tahun dengan daya listrik yang pas-pasan (kadang yang dinyalakan hanya 5 komputer saja untuk bergantian), maklum listrik kita pada waktu itu hanya 2700 watt. 2 Tahun kemudian meningkat menjadi 5000 watt dan akhirnya komputer mulai menyala lebih dari 8 unit. Program selanjutnya komputer sewaan pentium II build-up tadi kita sewa beli. Anak-anak mulai berkarya dengan program-program software yang ada secara rutin dan berkelompok. Genap setelah komputer sewa beli terlunasi….. komputer-komputer kita sudah ketinggalan jaman… bbbrrrr…..!!!!!

Hal-hal tersebut diatas juga kita lakukan sama persis terhadap yang satu ini : INTERNET ! . karena sekolah kami blm terkoneksi internet (nyari-nyari bahan dan gambar serta belajar internet dilakukan dengan pergi ke warnet) maka kita ngembangkan yang namanya intranet. Mirip internet tapi dalam skala lokal dan konten yang terbatas. Akhirnya kita juga merasa punya ”internet” pribadi dengan kecepatan 10/100 Mbps (LAN) yang luar biasa cepetnya. Lambat laun konten pembelajaran akhirnya terbentuk walu masih acak-acakan. Pada kesempatan yang sama Dinas Propinsi mengembangkan Jogjabelajar.org yang dapat memotivasi kita untuk membuat internet pribadi dan intranet yang online beneran alias internet. Hosting situs pertama sdmuhcondongcatur diberikan dengan sangat leluasa, koneksi internet akhirnya kita menyewa telkom speedy dengan dana mandiri (Dinas Pendidikan Sleman mengira kita dah dibantu Dinas Propinsi DIY untuk koneksi internet dan Dinas Propinsi DIY mengira kita dah dibantu Dinas Pendidikan Sleman melalui SchoolNet) Jadi langganan Speedy kita biayai mandiri dengan kuota 1 Gb untuk satu bulan. Hal ini kita lakukan untuk mengisi hosting JVS di jogjabelajar.org tersebut yang unlimited (girang dapat hosting gratis). Dan akhirnya muncullah http://jogjabelajar.org/sdmuhconcat/ sampai sekarang. Yang kemudian kita putus langgananya karena kita mengkoneksikan diri dengan ICT Center Kab Sleman melalui koneksi Tower Radio. Pada perkembangan selanjutnya di kesempatan yang sama kami ucapkan terimakasih kepada Pustekkom yang mendukung pengadaan alat-alat komputer di Lab kami, Pengadaan inovasi pembelajaran seperti Microsoft Indonesia dengan Multipointnya, Bantuan Hosting BTKP Dinas Pendidikan Propinsi DIY beserta pelatihan-pelatihannya, temen-temen JIS DIY yang telah share ilmu. Terimakasih semuanya ^_^

Sedikit gambaran perkembangan dan inovasi Lab komputer Multimedia jenjang SD di SD Muhammadiya Condongcatur Yogyakarta : Laboratorium komputer dan multimedia SD Muh CC Yogya dikembangkan mulai tahun 2003 untuk mendukung proses pembelajaran dan pendidikan seperti : Pembelajaran Komputer untuk peserta didik (Kelas 3 – 5 ) sebagai mata pelajaran wajib (Intrakurikuler). Selain itu Lab Komputer juga dikembangkan untuk sarana pendukung pembelajaran, minat bakat anak, seperti, studio rekaman siswa, lab grafis dan pembuatan media pembelajaran guru, ensiklopedia digital, serta komunikasi intranet yang sudah terhubung lewat LAN di seluruh ruangan sekolah. Serta Akses internet untuk mencari bahan materi ajar di luar text book bagi guru-guru yang masih dibiayai sekolah secara mandiri (Belum ada pihak yang mensupport sarana-prasarana ICT yang memadai).

Pengembangan Bahasa Pemrograman yang mendukung Multimedia dan ICT juga dikembangkan oleh Lab Komputer Multimedia SD Muh Condongcatur dengan membentuk Tim Divisi Komputasi Lab. Komputer SD Muh CC yang terdiri dari para guru-guru yang berbakat di dunia TI dan Komputer tingkat lanjut.

Pengemasan Multimedia yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar, seperti pembuatan media-media digital, movie, presentasi, animasi (flash), desain grafis, banner, brosur, kalender, audio-video editing and recording, media-media pembelajaran, kerajinan tangan dan kesenian juga dikembangkan di Lab Multimedia ini.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *