Cita-Cita Terbesar

Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah
menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta
belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan.

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan
setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detak
jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang
sama, kesempurnaan.

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada
seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap
kita berbeda dalam mensikapinya. Ada yang berjuang untuk
melewatinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang
merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya.

Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini
dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman.
Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi
mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

Sukses UJIAN NASIONAL : Salah Satu Bentuk Kemenangan ?

Kemenangan bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan
lawan di suatu pertandingan. Dan, bukan hanya ketika kita
berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan, bukan hanya
ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan
dalam hidup ini.

Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu
kegagalan. Saat di mana kita dapat mengatasi musibah. Saat di
mana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan.
Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu
berjuang menghancurkan semua cobaan itu.

Kemenangan adalah saat di mana kita dapat menjadikan itu
semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta
kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat
belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami.

Dan, kemenangan adalah saat di mana kita melangkah begitu
mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan
suatu kegagalan kecil. Saat dimana kita dapat mengalahkan diri
kita sendiri, sehingga kadang-kadang kita merindukan sebuah
kegagalan. Karena kegagalanlah yang membuat kita sadar di mana
kita berada.

Selamat berjuang kawanku semua
UNAS bukan segala-galanya
tapi UNAS merupakan salah satu titik tolak agar
kita menjadi manusia yang lebih baik di masa depan
Amin

http://smpmuh2depok.co.cc/

Belajar Komputer Tanpa Alat-Alat Komputer, Bisa ??? Belajar Teknologi dengan minimnya Teknologi, Mungkin ???

Belajar Komputer Tanpa Alat-Alat Komputer, Bisa ???

Belajar Teknologi dengan minimnya Teknologi, Mungkin !!!

Integrasi Pembelajaran dan Pendidikan dengan canggihnya Teknologi, Luar Biasa !!!

Sedikit tulisan ini semoga dapat bermanfaat dan memotivasi kita semua (para pendidik dan pemerhati dunia pendidikan) untuk belajar mengenal teknologi (dalam kondisi sarana dan prasarana seperti apapun), memahami, dan menggunakan dengan baik untuk kepentingan kemajuan bangsa khususnya dalam dunia ”pendidikan untuk semua” sesuai visi ”teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk pendidikan, pembelajaran, pekerjaan dan kehidupan”.

Berangkat dari pelajaran “kreativitas” yaitu pelajaran yang dikemas selama 40 menit berisi tentang materi-materi keterampilan (life skill) dan motivasi (termasuk game-game pendidikan yang dikemas tanpa bantuan teknologi sama sekalipun) yang disertai dengan wadah psikologi pendidikan ber-awal-lah cikal-bakal laboratorium computer multimedia dan pendidikan di SD Muhammadiyah Condongcatur. Dalam keadaan seperti ini, kemampuan ”komputer multimedia analog” yang dimiliki oleh setiap insan manusia normal tanpa cacat seperti kemampuan berbicara, ekspresi, menyanyi, menggambar, bercerita dengan full diskripsi sangat diperlukan apalagi dalam jenjang pendidikan dasar. Dengan balutan jiwa kreativitas dan senang dalam menyampaikan proses pembelajaran dapat mendukung seorang pendidik untuk mewujudkan ”imajinasi pembelajaran” dan ”open mind” peserta didik dalam mencerna ilmu pengetahuan yang kita sampaikan seperti layaknya belajar menyenangkan dengan komputer super canggih dan inovasi software sekalipun, walaupun tanpa komputer multimedia dan alat-lat teknologi.

Seperti contoh yang pernah saya lakukan di SD Muhammadiyah Condongcatur, pada saat pelajaran komputer (belum ada komputer dan daya listrik belum memungkinkan) anak-anak belajar alat-alat ICT dengan membuat Komputer dengan sterofoam (gabus) , membuat PDA (Pocket PC) dengan kerdus dan kertas manila, membuat komputer laptop lengkap dengan bagian-bagiannya dengan sterofoam, kertas manila, lem gabus, spidol dan cat pewarna gabus dilengkapi potongan gambar-gambar pemandangan alam dari majalah untuk membuat ”wallpaper” layar laptopnya. Termasuk mengumpulkan gambar-gambar jenis komputer (dari brosur-brosur pameran komputer pada waktu itu), gambar asessoris-asessoris alat-alat komputer, Foto Digital, Hdcame, gambar webcame , menggunting majalah-majalah teknologi (seperti chip, dll) dan dikemas menjadi media pajangan dan hiasan ruangan ternyata sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk mengenalkan teknologi dalam dunia pendidikan anak-anak. Hal ini juga diperlengkap dengan karya-karya anak menggambar dan mewarnai komputer-komputer rancangannya sendiri. Karya ”keterampilan” anak-anak itu termasuk karya gurunya jika dikumpulkan dan dipamerkan dalam sebuah ruangan atau tempat tertentu sudahlah menjadi Ruang Lab-Komputer Multimedia yang Lengkap dan Super Canggih (walau impian) . Continue Reading »

Save Our Planet From Global Warming

Save Our Planet

Save Our Planet From Global Warming — Global Warming is a dramatically urgent and serious problem. We don’t need to wait for governments to find a solution for this problem: each individual can bring an important help adopting a more responsible lifestyle: starting from little, everyday things. It’s the only reasonable way to  save our planet, before it is too late.

Selamat dan Sukses Raker JIS 2009

“Semoga dapat berkarya lebih baik lagi”

RESENSI BUKU: ICT untuk Sekolah Unggul

Terimakasih sebelumnya kepada Mas Agus DP. dari UNS ( http://agusdepe.staff.uns.ac.id/ ) yang telah memberikan ilmu bermanfaat melalui share bukutamu shoutbox yang telah mengenalkan saya tentang buku ini. Sebelumnya ijin artikel ini saya tampilkan di blog ictjogja untuk memberikan motivasi dalam diri saya dan temen2 jogja tentunya untuk lebih mengenal ICT. Setelah baca-baca, buku ini sangat cocok untuk dikenalkan di lingkungan pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang menerapkan sistem ICT based Curriculum di dalam pembelajaran dan tentunya sekolah yang mempunyai visi ke depan dengan ICT.

Buku ini memuat enam bab. Bab 1 diberi judul “Penggunaan ICT dalam Mewujudkan Sekolah Bestari”. Inti dari bab ini adalah: (1) Penggunaan ICT harus diselaraskan dengan visi dan misi sekolah. (2) Posisi kunci suksesnya penggunaan ICT adalah kepala sekolah (3) ICT membawa manfaat: presenting information, quick and automatic completion of routine tasks, dan accessing and handling information.  Selain itu, bab ini juga menekankan bahwa guru perlu bersiap menggunakan ICT dalam pekerjaannya. Yang mencengangkan adalah pernyataan: “Ciri-ciri penting sekolah bestari yang membedakannya dengan sekolah biasa ialah sekolah bestari berasaskan konsep pembelajaran komputer dan multimedia” (hal. 20). Continue Reading »

Pameran Karya Siswa 2008 - Kreativitas dan Teknologi “Berkreasi…. Siapa Takut !!!”

Pameran Karya Siswa 2008 dibuka di SD Muh Condongcatur Yogyakarta hari ini, 26 Desember 2008 oleh Kepala Bidang TK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Pameran akan dilaksanakan tanggal 26-27 Desember 2008 dan tanggal 1-2 Januari 2009 dengan Tema “Kreativitas dan Teknologi”

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Pameran karya Siswa 2008 Kreativitas dan Teknologi

Selamat dan Sukses Pelatihan ICT Dinas Kota Yogyakarta

Selamat dan Sukses Pelatihan ICT Dinas Kota Yogyakarta

Era globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat terutama pada dimensi sumber daya manusia (SDM). Keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci daya saing karena SDM lah yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan, kemenangan dan persaingan.
Selain itu untuk mewujudkan negara yang aman dan damai, bangsa yang adil, demokratis dan sejahtera, bangsa Indonesia harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan kualitas pendidikan termasuk wawasan teknologi yang tangguh, sehingga setiap warga negara mampu meningkatkan kualitas hidup, produktivitas dan daya saing terhadap bangsa lain di era global.

Untuk meningkatkan kemampuan Guru dan Tenaga Pendidik dalam bidang kependidikan dan penguasaan teknologi, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah melaksanakan Pelatihan ICT mulai hari ini Senin, 15 Desember 2008  untuk Guru SD, SMP dan SMK.  Pelatihan dilaksanakan di tiga tempat berbeda yaitu untuk SD bertempat di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMP bertempat di SMP Muhammdiyah 2 Yogyakarta dan untuk SMK bertempat di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Acara ini terselengara berkat kerjasama Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan JIS-DIJ dan mendapat sponsor dari Harrisma Buwana Jaya, Telkom dan Andi Offset. Sukses Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, semoga dapat mencapai apa yang kita cita-citakan bersama.….!!!!!! Tetap semangat !!!!

Materi Pelatihan  Meliputi :

  • Manajemen File
  • Installasi Program
  • Maintenance Komputer
  • MW Word, Excel, Powerpoint
  • Internet
  • Multimedia Comic Life
  • Multimedia dan Emcyclopedia
  • Multimedia Tux-Paint
  • Blog Edukasi dan E-Learning
  • Animasi Flash Macromedia Flash
  • Trendy Flash Site Builder
  • Content Learning
  • Networking
  • Design dan Video Editing.

Lahirnya Keajaiban

“Keajaiban terlahir dari ibu yang bernama ‘kesulitan’ dan ayah yang bernama ‘upaya’ “

Pentingnya Dunia Gambar untuk Anak-Anak

Pentingnya Dunia Gambar untuk Anak-Anak

“Bu, Adi minta digambarin gajah ya?!” Pinta Adi pada gurunya.
“Aduh.. Ibu nggak bisa nggambar nak..!” atau “Ibu gambarnya jelek, nggambar sama bapak saja ya ?!” atau “Ibu guru kan bukan seniman, jadi nggak bisa nggambar” dan alasan lain berderet yang intinya tidak bersedia untuk menggambar. Alasan tidak ‘PD’ merupakan alasan klise yang sering di ungkapkan para guru TK/SD untuk mengomentari jika dihadapkan masalah untuk menggambar.
Anak selalu dilatih untuk kreatif, tapi masih banyak sekali guru yang sama sekali belum memulai dengan kreatifitas itu sendiri dalam mengajar. Alat peraga yang monoton sama sekali tidak mampu memberikan daya pikat pada anak. Padahal ‘hanya’ dengan berbekal dapat menggambar sederhanapun semestinya bisa mengatasi banyak masalah. Karena gambar bukanlah lukisan, untuk bisa menggambar tidaklah harus berbekal bakat seperti seniman lukis. Karena pengertian gambar adalah goresan/torehan/symbol untuk sekedar memberikan penjelasan. Misal : denah, peta, grafik dan sejenisnya. Tentu saja untuk aplikasian pada ‘alat peraga’ pendidikan pengertian gambar adalah ilustrasi.
Manfaat gambar adalah :

  1. Memberikan daya tarik,
  2. Merangsang kreatifitas,
  3. Alat ungkapan ide, perasaan, emosi dan kepekaan artistik,
  4. Memudahkan pemahaman,
  5. Memudahkan komunikasi non verbal,
  6. Bagian mnemonic (Membantu memudahkan untuk mengingat)

Dengan memanfaatkan yang ada, semestinya kesadaran akan berkemampuan menggambar khususnya pada guru dimiliki. Dengan berbekal sedikit latihan menggores dengan berbagai media (papan tulis, white board, kertas dan media lainnya) guru dapat mengaplikasikannya pada:
•    Pembuatan LK (lembar kerja),
•    Alat peraga,
•    Display kertas,
•    Madding
•    Hiasan dan element estetis lainnya.

Memulai berlatih menggambar dengan sederhana :

  1. Ikuti jangkauan tangan; buat garis vertical, horizontal, melingkar, spiral, bergerigi, bergelombang, dst. Sekedar pemanasan untuk pengenalan karekter dan luas media dan lemaskan tangan.
  2. Menggabungkan antar goresan sehingga berbentuk bidang, missal; dari dua garis horizontal dan dua garis fertikal dapat dibentuk kotak, dst.
  3. Bentuk bidang dapat difariasikan atau dikembangkan menjadi bentuk lain, missal; bentuk kotak diubah menjadi gambar sangkat burung.
  4. Sambil menggoreskan (menggambar) sertakan suara (menyebutkan) bentuk gamabr yang kita maksud. Misal; gambar kotak yang dikembangkan (menambah deruji-deruji) menjadi sangka, maka kita menyebutkan “SANGKAR”.
  5. Tidak perlu menggambar terlalu detail, cukup sederhana tapi tampak ‘lucu’ (menarik). Yang paling penting adalah menampilkan spesifikasi dalam setiap bentuk. Misal; Bentuk kotak yang belum diisi deruji dan contelan diatasnya belum bisa disebut sangkar, karena spesifikasi sangkar pada deruji dan cantelannya.

Trims untuk mas andi pensil terbang atas pelatihannya……^_^